INFOUMKM

Usaha Mikro Usaha Kecil Dan Usaha Menengah

Kiat melakukan mengajukan pinjaman

Pemula Cari Pinjaman? Banyak Alternatif

Satu hal krusial dari pengembangan usaha yang baru berjalan di bawah tiga tahun adalah modal kecil dan keterbatasan akses pembiayaan. Namun bisnis yang baru mulai biasanya sulit mendapat pinjaman, apalagi dalam tahun pertama. Selain menuntut jaminan, pemberi pinjaman membutuhkan arus kas untuk mendukung pelunasan peminjaman. Karena itu tidak heran kalau para pelaku UKM biasanya segera didiskualifikasi dari pembiayaan.

Namun jangan putus asa, sebenarnya ada beberapa alternatif pinjaman modal kecil yang bisa dipertimbangkan. Anda bisa melirik beberapa Lembaga Keuangan Mikro (LKM), produk-produk perbankan yang spesifik seperti (Kredit Usaha Rakyat ) KUR, Kredit Tanpa Agunan KTA, LPDB, deposito, giro dan loan deposit), hingga lembaga pemberi pinjaman online.

Anda masih bisa mempertimbangkan kartu kredit, atau yang lebih konvensional adalah urun dana (crowdfunding) bahkan pinjam uang dari teman dan keluarga. Silakan simak profil beberapa lembaga pembiayaan berikut ini, untuk cari pinjaman yang Anda butuhkan.


Pastikan Riwayat Kredit Anda Bagus

Sebelum mulai mengajukan, Anda perlu menentukan mengapa butuh pinjaman serta bagaimana pinjaman tersebut akan membantu kelancaran bisnis Anda. Pasalnya, saat berhadapan dengan pemberi pinjaman nanti, Anda harus mampu menjawab pertanyaan untuk apa modal tersebut Anda perlukan.

Apakah untuk memulai usaha bisnis, untuk mengelola biaya sehari-hari, atau mengembangkan bisnis. Hal itu penting untuk menentukan produk pinjaman yang tepat denga jenis usaha Anda.

Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa riwayat kredit Anda bagus. Pasalnya hal inilah yang pertama-tama selalu dicek kreditur atas setiap pengajuan kredit. Jika riwayat kredit Anda jelek, bisa dipastikan pengajuan Anda akan ditolak. Pengajuan kredit akan lebih mudah diterima, jika riwayat kredit Anda baik. Jika Anda (usaha Anda) belum punya riwayat kredit, kreditur akan lebih berhati-hati karena karakter Anda belum teruji.

Pertimbangan di atas penting sekali buat para pengusaha untuk memastikan bahwa pengusaha bersangkutan tidak punya tunggakan di bank. Bagi pengusaha, masuk daftar hitam kredit sama saja dengan menutup usaha itu sendiri.

Setiap kredit akan tercatat dalam riwayat kredit di sistem Bank Indonesia. SID (Sistem Informasi Debitur) menunjukkan catatan kredit setiap orang yang pernah atau sedang memiliki pinjaman di bank. Karena itu, jika Anda pernah memiliki tunggakan apapun dan sekecil apapun sebaiknya segera dibereskan.

Setelah memastikan kedua hal di atas, langkah selanjutnya adalah cari pinjaman dari lembaga pemberi pinjaman terbaik. Dasar pemilihannya adalah biaya dan persyaratan masing-masing pinjaman. Untuk itu Anda bisa membandingkan dua atau tiga pilihan serupa berdasarkan tingkat presentase tahunan (total biaya pinjaman) dan jangka tahun.


Butuh Modal Besar, Cari Pinjaman ke LPDB/Bank

Perbedaan paling kasat mata antara bank dengan pemberi pinjaman yang lain, tentu saja dalam hal plafon pinjaman. Bank mampu menyediakan utang dalam jumlah relatif besar.

Memang, bank tidak akan serta merta menyetujui seluruh permintaan dana Anda. Bankir akan meneropong profil Anda terlebih dahulu. Faktor yang menjadi pertimbangan bank dalam penyaluran kredit seperti jaminan, risiko usaha, serta luas pasar ataupun jenis usaha yang Anda geluti. Untuk mendapatkan pinjaman dari bank, biasanya, Anda harus mengikuti sejumlah prosedur yang cukup rumit.

Pertama, bank akan meminta Anda mengisi formulir aplikasi kredit. Kedua, melengkapi dokumen-dokumen, misalnya data historis perusahaan, data proyeksi, dan data jaminan. Ketiga, setelah konfirmasi data, bank akan mengecek kelayakan calon debitur lalu menganalisis rasio-rasio perusahaan Anda.

Bunga yang ditetapkan perbankan sangat bervariasi. Rata-rata, suku bunga kredit modal kerja bank konvensional adalah 11,71% per tahun. Sedang bunga kredit investasi adalah 11,36% per tahun. Bunga kredit di BPR lebih tinggi daripada bank konvensional. BPR mengenakan bunga kredit modal kerja 31,28% per tahun dan bunga kredit investasi 27,25% per tahun.

Di luar itu, Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas pembiayaan oleh bank-bank syariah. Bedanya, bank syariah tidak menerapkan bunga, melainkan bagi hasil atas usaha bisnis Anda. Biasanya, bagi hasil sebesar 60% - 70% untuk bank syariah, 40% - 30% untuk Anda. (tentang pembiayaan syariah, silakan baca artikel 'modal kerja usaha dengan akad mudharaba ini).


Butuh Bunga Rendah, Cari Pinjaman KUR

Bunga lebih rendah bisa Anda peroleh dengan mengakses produk-produk program pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau kredit-kredit program. Hal itu terjadi karena pemerintah memberikan subsidi bunga atas pinjaman KUR.

Hanya saja, nilai plafon KUR terbatas dan tidak begitu besar. Untuk nasabah mikro, biasanya maksimal dana sebesar Rp 5 juta dengan bunga di kisaran 22% per tahun. Sementara bunga nasabah KUR ritel di kisaran 14% per tahun.

Karena bunganya yang rendah, KUR banyak diincar oleh pelaku usaha. Produk ini merupakan program unggulan pemerintah untuk meningkatkan jumlah pengusaha di tanah air. Program ditujukan kepada pengusaha kecil yang belum pernah memiliki pinjaman sebelumnya untuk mengembangkan usahanya.

Pada praktiknya, KUR menetapkan sejumlah persyaratan pinjaman. Dibandingkan bank, persyaratannya memang tidak terlalu berat. Namun tetap tidak selonggar fintech maupun modal ventura yang akan kita bahas berikutnya.

Salah satu bank yang paling banyak menyediakan pinjaman jenis ini adalah Bank BRI. Di luar itu ada 32 bank pelaksana KUR yang rata-rata merupakan bank daerah dan Bank BUMN seperti BNI, Bukopin, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, BTN dan Bank-Bank Pemerintah Daerah.

Syarat dalam mendapatkan KUR antara lain usaha telah berjalan minimal 6 bulan ; usia minimal 21 tahun ; mengajukan syarat permohonan seperti KTP, Kartu Keluarga, Surat Keterangan Usaha dari Pemerintah Desa Setempat, dan Jaminan. Jaminan bisa berupa usaha kita sendiri atau barang lain yang senilai dengan pinjaman modal.

Selain dari BRI dan Bank Pelaksana lain, Anda juga bisa cari pinjaman KUR dari PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri yang mengenakan bunga 1,5% per bulan dengan jangka waktu 10 bulan. Syarat untuk mengajukan PNPM Mandiri relatif lebih mudah, namun plafon yang diberikan tidak besar dan harus diajukan secara berkelompok.


Butuh Praktis, Cari Pinjaman KTA Fintech

Selain KUR dan PKBL, Anda juga bisa melirik keberadaan fintech. Fintech adalah layanan keuangan yang menggunakan inovasi teknologi sehingga membuat layanan keuangan lebih efisien. Proses untuk mengajukan pinjaman melalui fintech sangat praktis, cukup melalui handphone atau komputer Anda. Semua serba online. 

Namun demikian, calon peminjam dana sangat disarankan mempelajari benar segala ketentuan, biaya-biaya terkait pinjaman, denda keterlambatan, jangka waktu pembayaran dan sebagainya.

Peer To Peer (P2P) Lending merupakan salah satu inovasi fintech dalam bentuk marketplace pinjaman yang mempertemukan pemilik dana dan peminjam dana secara langsung. Berkat kemajuan teknologi, fungsi bank sebagai perantara dihilangkan dalam marketplace ini karena pemilik dana dan peminjam dana bisa langsung berhubungan dengan bantuan teknologi. Dengan begitu proses pinjaman menjadi lebih mudah dan fleksibel.

Pembiayaan Mikro

Pembiayaan ini diperuntukan bagi wirausaha yang sudah memulai usahanya dan membutuhkan dana untuk menambah kapasitas produksi nya menjadi lebih besar

Pembiayaan Kecil

Pembiayaan ini diperuntukan bagi wirausaha yang sudah memulai usahanya dan membutuhkan dana untuk menambah kapasitas produksi nya menjadi lebih besar

Pembiayaan Menengah

Pembiayaan ini diperuntukan bagi wirausaha yang ingin melakukan perluasan usaha/ ekspansi usaha/membuka franchise, melakukan kegiatan ekspor dan membutuhkan permodalan dengan jaminan yang cukup

Klasifikasi Usaha

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah