Saturday, 3 October 2026
Berita UMKM

InaExport Diperbarui, UMKM Kini Punya Akses Lebih Luas ke Transaksi B2B

InaExport Diperbarui, UMKM Kini Punya Akses Lebih Luas ke Transaksi B2B

InaExport untuk UMKM memasuki babak baru setelah Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperbarui platform digital tersebut. Pembaruan ini tidak hanya memperkuat fungsi InaExport sebagai etalase produk Indonesia, tetapi juga membuka ruang lebih luas bagi pelaku usaha untuk menjangkau buyer dan melakukan transaksi business-to-business (B2B).

Menteri Perdagangan Budi Santoso melakukan peluncuran terbatas atau soft launching layanan baru InaExport di Jakarta pada 22 September 2026. Transformasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan InaExport menuju gerbang ekspor nasional atau national export gateway.

Bagi pelaku usaha, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembaruan ini berpotensi mempermudah proses mencari peluang pasar internasional. Pelaku usaha tidak hanya dapat mempromosikan produk, tetapi juga memperoleh berbagai informasi yang diperlukan sebelum memasuki pasar ekspor.

InaExport untuk UMKM Kini Dilengkapi Fitur Transaksi B2B

Salah satu pembaruan yang menarik perhatian adalah hadirnya fitur transaksi B2B. Budi Santoso mengatakan InaExport kini dapat digunakan untuk mendukung transaksi antarpelaku bisnis.

Fitur tersebut memperluas fungsi platform yang sebelumnya telah digunakan sebagai sarana promosi produk Indonesia dan penghubung dengan calon pembeli dari luar negeri.

Bagi UMKM, transaksi B2B menjadi penting karena pasar yang dihadapi tidak terbatas pada konsumen akhir. Pelaku usaha berkesempatan terhubung dengan importir, distributor, perusahaan, maupun mitra dagang yang membutuhkan produk dalam skala bisnis.

Mempertemukan Eksportir dengan Buyer

Pengembangan InaExport untuk UMKM juga diarahkan untuk memperkuat hubungan antara eksportir dan calon buyer.

Salah satu layanan yang diperkenalkan adalah inquiry. Melalui layanan tersebut, permintaan dari buyer dapat dihubungkan dengan eksportir yang relevan dan berkomitmen. Perkembangan tindak lanjut permintaan tersebut juga dapat dipantau melalui ekosistem InaExport.

Mekanisme ini dapat membantu pelaku usaha mendapatkan akses terhadap permintaan pasar yang lebih terarah. UMKM juga memiliki kesempatan memahami produk seperti apa yang sedang dicari calon mitra dagang.

Lima Layanan Baru Diperkuat dalam InaExport

Kemendag memperkuat InaExport dengan lima layanan utama. Selain layanan inquiry, terdapat CEK Ekspor yang digunakan untuk asesmen mandiri dan validasi eksportir.

CEK Ekspor ditujukan untuk memetakan kesiapan ekspor sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pelaku usaha, mulai dari pembinaan, pembiayaan, promosi hingga fasilitasi pasar.

Layanan berikutnya adalah Export Sandbox dan Chatbot. Fitur tersebut menyediakan informasi mengenai tarif, persyaratan, sertifikasi, regulasi, akses pasar, serta kalkulator ekspor untuk berbagai negara tujuan.

Informasi Peluang Pasar Lebih Mudah Diakses

Layanan lain yang tersedia adalah Dashboard Peluang Ekspor. Melalui fasilitas tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh informasi intelijen pasar dan tarif preferensi di negara tujuan ekspor.

InaExport juga menyediakan informasi pasar serta layanan ekspor terintegrasi yang mencakup pameran, business matching, misi dagang, pitching, dan sejumlah layanan pendukung lainnya.

Kehadiran informasi tersebut penting bagi InaExport untuk UMKM karena memasuki pasar internasional membutuhkan persiapan yang lebih kompleks dibandingkan sekadar memasarkan produk di dalam negeri.

UMKM Perlu Menilai Kesiapan Sebelum Ekspor

Kesempatan menjangkau buyer internasional perlu dibarengi kesiapan dari sisi pelaku usaha. Produk yang menarik belum tentu langsung dapat memasuki setiap negara karena masing-masing pasar dapat memiliki regulasi, standar, sertifikasi, dan kebutuhan konsumen berbeda.

UMKM perlu memastikan kapasitas produksi dapat memenuhi permintaan apabila mendapatkan pesanan dalam jumlah besar. Konsistensi kualitas, kemasan, legalitas, serta kemampuan memenuhi jadwal pengiriman juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Karena itu, fasilitas asesmen dan informasi pasar dalam InaExport dapat dimanfaatkan untuk melihat bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

Profil Produk Perlu Dibuat Profesional

Ketika masuk ke platform B2B, tampilan dan kelengkapan informasi produk menjadi bagian penting. Calon buyer perlu memperoleh gambaran yang jelas mengenai barang yang ditawarkan.

Pelaku UMKM dapat menyiapkan foto produk berkualitas, deskripsi dalam bahasa yang mudah dipahami, spesifikasi, kapasitas produksi, sertifikasi yang dimiliki, serta informasi perusahaan.

Semakin lengkap informasi yang tersedia, semakin mudah calon mitra memahami kemampuan pelaku usaha sebelum melanjutkan komunikasi bisnis.

Pengguna InaExport Mengalami Peningkatan

Pemanfaatan platform InaExport menunjukkan peningkatan sepanjang 2026. Kemendag mencatat sekitar 866.000 pengunjung sejak Januari 2026 hingga menjelang peluncuran layanan baru pada September. Angka tersebut meningkat 497 persen dibandingkan 145.000 pengunjung pada 2025.

Jumlah anggota InaExport yang telah terverifikasi juga mencapai sekitar 15.000. Selain itu, sekitar 160 permintaan informasi dari buyer internasional dan perwakilan perdagangan Indonesia telah ditindaklanjuti oleh eksportir yang relevan.

Data tersebut menunjukkan platform digital semakin menjadi salah satu saluran yang digunakan untuk mempertemukan produk Indonesia dengan peluang pasar.

Business Matching Ikut Membuka Peluang

Selain melalui platform digital, fasilitasi pertemuan bisnis juga terus dijalankan. Pada Januari-Juli 2026, program business matching Kemendag telah memfasilitasi 1.021 UMKM.

Nilai yang tercatat dari kegiatan tersebut mencapai 333,68 juta dollar AS, terdiri dari purchase order senilai 58,06 juta dollar AS dan potensi transaksi 275,61 juta dollar AS.

Pertemuan dengan buyer dapat menjadi tahapan penting karena memberikan kesempatan bagi UMKM untuk mempresentasikan produk secara langsung kepada calon mitra.

InaExport untuk UMKM Membuka Jalan Menuju Pasar Global

Pembaruan InaExport untuk UMKM menunjukkan bahwa digitalisasi promosi ekspor mulai diarahkan menuju layanan yang lebih terintegrasi. Platform tidak hanya berfungsi sebagai etalase, tetapi juga dilengkapi instrumen untuk mengukur kesiapan ekspor, mendapatkan informasi pasar, menemukan buyer, hingga mendukung transaksi B2B.

Kemendag juga menandatangani nota kesepahaman dengan 19 mitra strategis saat peluncuran terbatas InaExport. Kolaborasi tersebut melibatkan kementerian, lembaga, pelaku usaha, dan perguruan tinggi untuk memperkuat ekosistem program seperti UMKM BISA Ekspor, Desa BISA Ekspor, serta Campuspreneur.

Bagi UMKM, fasilitas digital tersebut dapat menjadi pintu awal, tetapi kesiapan produk tetap menjadi faktor penting. Standar kualitas, kapasitas produksi, informasi produk, kemampuan berkomunikasi dengan buyer, serta pemahaman regulasi negara tujuan perlu dipersiapkan secara bersamaan.

Dengan pembaruan tersebut, InaExport untuk UMKM dapat menjadi salah satu sarana bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperkenalkan produk sekaligus menjajaki transaksi dengan mitra bisnis di pasar yang lebih luas.

Leave a Comment