Akses pasar UMKM menjadi perhatian pemerintah karena dukungan pembiayaan belum cukup apabila produk yang dihasilkan sulit terjual. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan persoalan tersebut dalam Bursa Wirausaha Unggulan dan akad massal KUR Jawa Timur di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, pada 23 September 2026.
Dalam perkembangan terkait, Kementerian Perdagangan memperkenalkan layanan baru InaExport serta menjalankan pendampingan pemasaran digital. Kedua langkah tersebut diarahkan untuk mempertemukan produk Indonesia dengan calon pembeli dan memperkuat kemampuan pelaku usaha menjangkau pasar.
Mengapa Akses Pasar UMKM Menjadi Perhatian?

Menurut Maman, kebutuhan pengusaha berbeda-beda, tetapi persoalan yang dihadapi umumnya berkaitan dengan perizinan, sertifikasi, permodalan, dan pemasaran. Ia menekankan bahwa pembiayaan tidak otomatis menjaga keberlangsungan usaha jika barang yang diproduksi tidak terserap.
Maman juga menilai persaingan dengan produk impor, termasuk barang yang masuk secara ilegal, memengaruhi penyerapan produk lokal. Pemerintah, menurutnya, perlu memperkuat pengawasan agar persaingan di pasar domestik berlangsung lebih sehat.
Penjualan Perlu Mengikuti Peningkatan Produksi
Bagi pelaku usaha, persoalan tersebut dapat diterjemahkan menjadi kebutuhan untuk menyeimbangkan produksi dan permintaan. Menambah persediaan tanpa mengetahui siapa pembelinya bisa membuat uang usaha tertahan pada barang yang belum terjual.
Sebagai ilustrasi, produsen makanan ringan yang membeli mesin tambahan perlu memperhitungkan saluran penjualan untuk hasil produksinya. Kapasitas yang lebih besar akan lebih bermanfaat apabila disertai pesanan, jaringan pengecer, atau rencana pemasaran yang telah diuji.
Karena itu, pembahasan akses pasar UMKM berkaitan erat dengan kemampuan memahami pelanggan. Pemilik usaha perlu mengetahui alasan konsumen membeli, ukuran kemasan yang dibutuhkan, serta harga yang sesuai dengan pasar sasaran.
InaExport Diperkuat untuk Menjangkau Pembeli Internasional
Menteri Perdagangan Budi Santoso meluncurkan secara terbatas pengembangan layanan InaExport di Jakarta pada 22 September 2026. Kemendag menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari transformasi platform menjadi gerbang ekspor nasional.
Pengembangan ini mencakup asesmen kesiapan eksportir melalui CEK Ekspor, layanan informasi dan simulasi, penghubung permintaan pembeli, serta informasi peluang pasar. InaExport juga menyediakan dukungan informasi kegiatan promosi dan penjajakan bisnis.
Informasi Pasar Membantu Persiapan Usaha
Bagi pelaku usaha yang mempertimbangkan ekspor, akses informasi dapat membantu menyusun pertanyaan sebelum menawarkan produk. Misalnya, apakah kapasitas produksi mampu memenuhi pesanan, bagaimana kebutuhan kemasan pembeli, dan berapa lama waktu penyiapan barang.
Perluasan akses pasar UMKM tetap membutuhkan tindak lanjut dari penjual. Permintaan informasi dari calon pembeli perlu dijawab dengan spesifikasi produk dan penawaran yang jelas. Ketertarikan awal belum sama dengan kontrak pembelian.
Pemilik usaha juga sebaiknya membedakan tahap promosi, negosiasi, dan transaksi. Pembedaan ini membantu pencatatan peluang bisnis sehingga rencana produksi tidak disusun berdasarkan pesanan yang belum disepakati.
Pemasaran Digital Menjadi Bagian Pendampingan
Selain menyediakan sarana promosi, Kemendag mendorong peningkatan keterampilan pemasaran. Pada 9 September 2026, kementerian bersama Meta Indonesia dan UKMIndonesia.id menyelenggarakan kegiatan pendampingan “Gapai Pasar Global dengan AI” di Jakarta.
Menurut keterangan Kemendag, program tersebut mencakup 200 UMKM di Bandung, Batam, dan Jakarta. Untuk kegiatan Jakarta, sebanyak 100 peserta dipilih dari 580 pendaftar. Materinya meliputi riset pasar, katalog digital, dan praktik pemasangan iklan.
Teknologi Membantu Produk Lebih Mudah Ditemukan
Dalam kegiatan itu, Budi Santoso mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk mendukung riset, pembuatan konten, strategi iklan, dan komunikasi dengan calon pembeli. Kemendag juga menjelaskan adanya pendampingan lanjutan untuk mengoptimalkan iklan peserta.
Dalam praktik pemasaran, pemilik usaha tetap perlu memeriksa ketepatan informasi yang dipublikasikan. Foto, ukuran, bahan, harga, dan waktu pengiriman harus menggambarkan produk sebenarnya agar promosi tidak menimbulkan harapan yang keliru.
Perluasan akses pasar UMKM melalui kanal digital juga perlu diikuti kesiapan menjawab pertanyaan. Katalog yang menarik akan lebih berguna apabila pelanggan dapat memperoleh informasi stok dan cara pemesanan dengan mudah.
Langkah Praktis Memperkuat Akses Pasar UMKM
Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan perhatian terhadap hubungan antara kemampuan menghasilkan produk dan kemampuan menjualnya. Bagi pelaku usaha, persiapan dapat dimulai dari perbaikan yang dekat dengan kegiatan sehari-hari.
Petakan Pembeli dan Saluran Penjualan
Tentukan kelompok pelanggan yang paling sesuai dengan produk. Pembeli untuk konsumsi pribadi, toko pengecer, dan pelanggan perusahaan bisa memiliki kebutuhan berbeda dalam jumlah pesanan, kemasan, serta pelayanan.
Selanjutnya, pilih saluran penjualan yang mampu dikelola secara konsisten. Usaha kecil dapat memulai dari kanal yang sudah menghasilkan pertanyaan atau transaksi, kemudian memperluasnya setelah proses pemesanan berjalan rapi.
Siapkan Katalog dan Kapasitas Pemenuhan Pesanan
Dalam memperkuat akses pasar UMKM, katalog sebaiknya memuat informasi yang dibutuhkan pembeli untuk mengambil keputusan. Cantumkan nama produk, spesifikasi, pilihan varian, harga atau mekanisme permintaan penawaran, serta kontak usaha.
Lengkapi persiapan itu dengan perhitungan kapasitas produksi yang realistis. Hindari menjanjikan jumlah atau jadwal pengiriman sebelum memastikan ketersediaan bahan, tenaga, dan kemasan.
Ukur Hasil Promosi secara Bertahap
Catat sumber pertanyaan pelanggan, jumlah penawaran yang dikirim, dan transaksi yang terjadi. Informasi sederhana ini membantu pemilik usaha melihat saluran yang layak dikembangkan.
Jika banyak calon pelanggan bertanya tetapi belum membeli, periksa kejelasan penawaran dan kebutuhan mereka. Evaluasi tersebut lebih berguna daripada langsung menambah pengeluaran promosi tanpa memahami penyebabnya.
Penguatan akses pasar UMKM membutuhkan dukungan pemerintah sekaligus kesiapan pelaku usaha menindaklanjuti peluang. Mulailah dengan mengenali pembeli, merapikan informasi produk, dan menjaga pemenuhan pesanan. Baca juga artikel lain di InfoUMKM.id tentang penyusunan katalog digital dan pengelolaan pelanggan untuk melengkapi persiapan pemasaran.
